Alkisah seorang wanita dengan tinggi standar. kemampuan pas-pasan. niat kadang naik turun.
Mencari sebuah kegiatan baru.
Setelah beberapa kegiatannya yang dahulu, selalu terhenti di tengah jalan, dengan alasan yang berbeda. entah memang tidak sesuai dengan kehendak hati atau memang wanita ini pemalas.
Kali ini, matanya tertuju pada suatu organisasi. Organisasi musik yang memiliki 3 jenis kelompok yang saling melengkapi.
Konon, banyak rumor organisasi ini kejam. namun, bagi si wanita bukanlah sebuah masalah bila belum terbukti sendiri.
Wanita ini memilih untuk menggeluti organisasi musik tersebut.
Manusia hanya bisa berekpektasi. ternyata, untuk menjadi anggota resmi diperlukan sebuah pengorbanan yang berat. melewati rintangan dan latihan fisik yang bermacam-macam.
Wanita ini sering kesal karena banyak proses yang tidak diduga. carrier yang diobrak-abrik, minuman jeruk asin, push up hampir ratusan, dll.
namun di akhir, sang wanita tersenyum haru. wanita ini resmi menjadi anggota dari organisasi tersebut, menggeluti bidang yang didominasi oleh wanita yang lain. bidang yang sering dianggap sepele namun paling berbahaya. wanita ini terpilih untuk menari bersama bendera.
Wanita ini ditawari untuk mengikuti sebuah ajang perlombaan nasional paling bergengsi pada akhir tahun 2012. Ajang yang membutuhkan tingkat fokus yang tinggi dan skill yang sangat terlatih.
Dan yang paling penting adalah rasa tanggung jawab yang tinggi dan konsistensi yang kokoh.
Wanita ini menjawab bersedia.
Kalian tau, untuk mencapai hari H perlombaan, wanita ini bersama tim hampir menghapiskan setengah tahun lebih untuk persiapannya. Melewati beratus hari latihan bersama, training camp, dll.
Wanita ini sering berkeluh kesah. bukan karena bosan atau cape. bosan iya, cape iya, tapi wanita ini sering menjerit kesakitan. postur tubuhnya tidak lagi sama dengan dahulu, warna kulitnya berubah, dan banyak pula bekas memar, bengkak dan yang paling fatal adalah hilangnya sebagian gigi depan wanita karena terkena properti latihan.
Namun wanita ini memiliki seorang pendongkrak semangat. Dulu. hingga pada akhirnya semua hilang. sang wanita kehilangan arah dan memilih untuk tidak tidur pada saat itu yang bertepatan dengan hari training camp, dan tak sadar meneteskan butiran air dari kedua matanya.
Beberapa bulan dilalui, wanita ini tergolong menjadi mahasiswa yang anti social di jurusannya. karena setiap beres kuliah langsung latihan, tidak ada waktu untuk sekedar bercanda tawa sebentar dengan teman lainnya. banyak cacian serta rentetan masalah yang dilalui, wanita ini berusaha untuk tegar dan melewatinya sendirian.
Hingga mendekati hari perlombaan, wanita ini mulai sangat sibuk. dari pagi hingga tengah malam ia tempuh setiap harinya. latihan yang sering tidak berjalan mulus dan beberapa tekanan yang diberikan pelatih sudah ia rasakan. pada akhirnya, saat unjuk gelar. wanita ini kurang maksimal, kehilangan fokus.
The day.
Uji Coba Lapang. pertama kalinya wanita ini menginjakan kakiknya di Istora Senayan sebagai player. rasa tegang menyelimutinya. yang akhirnya membuat tim dan wanita tidak terlalu lancar menjalaninya.
Hari perlombaan pertama, semangat membara. panggilan di roll call sunggah sangat menegangkan. penonton yang memenuhi stadion pun bertepuk meriah. namun pada saat penampilan, sungguh sebuah kekacauan. banyak air mata yang jatuh dari para player dan pelatih.
Hari kedua, hari penentuan. kembali merasakan tegangnya berada di roll call. dan rasa sedih mulai menyelimuti semua. kali terakhir memainkan paket perlombaan. hari kedua pun ditutup dengan membawa beberapa penghargaan dan piala, walau bukan yang pertama namun dengan penghargaan yang didapat. lumayan untuk membayar semua waktu yang telah dilalui selama hampir lebih dari setangah tahun.

Meski pada prosesnya, semua hampir merasakan kesal, cape, jenuh.
Meski pada prosesnya, wanita ini telah merasakan banyak pahit manisnya hidup.
Meski pada prosesnya, menghabiskan banyak sekali waktu istirahat.
Meski, tidak dapat peringkat umum.
semua itu terasa lepas, ketika pada kenyataannya. they’re no longer doing the same routines everyday, no longer meet the same person everyday. semua sekarang jadi memori. mereka telah melakukan yang terbaik. mereka telah berjuang bersama. dan wanita ini menjadi bagian dari mereka. Gada yang bisa menyimbangi semua proses dari kegiatan ini. Wanita ini merasa beruntung menjadi bagian dari mereka.
terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung, terima kasih kepada orang yang telah memberikan semangat hingga akhir. terima kasih. wanita ini sangat bersyukur memiliki kalian semua.