May 17

Adil

Lucu, dimana pengertian adil sendiri bisa bermakna seimbang, sama rata dalam mendapatkan hak.

namun, apabila di satu kondisi, kita mempunyai hak berbeda. ada yang kalah dan ada yang menang. apa masih bisa disebut adil?

karena sesungguhnya ada hak seseorang yang tidak terpenuhi. di pihak yang kalah. dan sudah pasti pihak yang kalah akan merasa tidak adil, bukan?

jadi apa itu adil? kalau kata Bapak Djoko, Hakim di Pengadilan Negeri Bandung. Adil itu perasaan. keadaan dimana perasaan kita sendiri yang menentukan keadilan.

jika menurut kita, ditinggalkan oleh seseorang itu tidak adil. maka di pihak yang bersangkutan, meninggalkan kita itu adalah adil karena ia menggunakan hak dan perasaannya.

mungkin, keadaan sekarang ini adil. adil menurut perasaan dan juga menurut aturan. there’s nothing we can do about justice. ketika kita percaya bahwa sesuatu tersebut adil, maka jadilah adil.

and i do believe, ini semua adil :)


May 17

Rindu

sebuah perasaan dimana sangat menyejukkan dan bikin candu.

Ah, bukan. bukan seperti itu.

diri ini sendiri saja tidak tau apa artinya itu. mungkin dulu tau. mungkin. tapi sekarang tidak. apa yang dikata rindu sekarang jadi abu-abu. apa ini rindu? ah bukan. buktinya tidak membuat aku ingin bertemu dengan siapapun atau dengan apapun.

rindu. mungkin nanti akan tau sendiri seiring berjalannya waktu. apa itu rindu, pada siapa rindu, rasa rindu dan bagaimana mengatasi rindu. karena sekarang semua abu-abu, datar, dan buram. Rindu, mungkin kita akan berkenalan lagi suatu waktu :)



May 04

Rumahku (bukan lagi) istanaku

I’m staring out into the night, trying to hide the pain
I’m going to the place where love
And feeling good don’t ever cost a thing
And the pain you feel’s a different kind of pain

Well, I’m going home, back to the place where I belong
And where your love has always been enough for me
I’m not running from, no, I think you got me all wrong
I don’t regret this life I chose for me
But these places and these faces are getting old

So I’m going home, well I’m going home

The miles are getting longer, it seems, the closer I get to you
I’ve not always been the best man or friend for you
But your love it makes true and I don’t know why
You always seem to give me another try

So I’m going home, back to the place where I belong
And where your love has always been enough for me
I’m not running from, no, I think you got me all wrong
I don’t regret this life I chose for me
But these places and these faces are getting old

Be careful what you wish for ‘cause you just might get it all
You just might get it all and then some you don’t want
Be careful what you wish for ‘cause you just might get it all
You just might get it all, yeah

Oh, well I’m going home, back to the place where I belong
And where your love has always been enough for me
I’m not running from, no, I think you got me all wrong
I don’t regret this life I chose for me
But these places and these faces are getting old
I said these places and these faces are getting old

So I’m going home, I’m going home

515  Days


The days stop counting. and the home was breaking down
now there’s just an empty flat lot.
a home, that we’ve built for almost 600 days
we live in it, we took care of it.
but now we’ve decided
to leave it.

Entah mungkin suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi
ternyata, si “nanti” datang hari ini
tidak dapat dipungkiri, pahit memang
namun apa daya harus diterima dengan lapang

tugasku untuk melukiskan senyuman sudah habis
akan datang pelukis lain yang akan membentuk lengkungan manis di wajahmu nanti
pelukis yang telah siap dengan segala macam bahan yang diperlukan
untuk kelak membangun rumah dengan mu nanti
yang ia butuhkan hanya asistensi, tentunya dari dirimu sendiri

ingat pesan ku tadi, bahagialah dimana kamu berada nanti dengan apapun alasannya itu
jagalah dirimu juga baik-baik

seperti katamu, no words can describe it

maaf, aku membuat ini terjadi
maaf, jika aku gegabah
maaf, jika aku banyak mempunyai salah
maaf, mungkin bila aku bersabar. tidak akan berakibat seperti ini
tapi, bersabar menahan rasa membodohi diri sendiri tidak bisa ku lalui.

you hate goodbye? and so do i

tapi memang jika harus begini jalannya, ya apa daya
selamat berjalan di jalan masing-masing
mungkin kita akan bertemu kembali

maybe another chance

maybe another time

or maybe in another world


May 01

Takut (?)

Rasanya semakin takut.

takut untuk percaya

takut untuk berasumsi

takut untuk terjatuh

takut untuk berkata

takut untuk melaju

takut untuk tersenyum

karena semua tampak sama. Fana, tidak nyata dan hanya fatamorgana


3
Apr 02

Nanti, ada masa dimana dinginnya es tidak membuat beku

Nanti, ada masa dimana mata tidak akan saling beradu

Nanti, ada masa dimana perahu berhenti melaju

Nanti, ada masa dimana kita bermain dengan waktu

Nanti, ada masa dimana canda tawa menghilangkan sendu

Nanti, ada masa dimana hujan bisa menghapus rindu

tapi itu nanti, suatu hari.

bukan saat ini, bukan hari ini

selagi masih bisa, nikmati

sebelum semua direnggut oleh “nanti”


Mar 30

Time goes by

A year ago,

with all the hectic feelings. with all the things that i already prepared since a month before. with everything i had.

i bring you something.

with a little help from your friends. 13.00 PM, Kantin Fikom jadi saksi. No, kawasan fikom jadi saksi.

Dengan hanya sebuah kue sederhana dan sebuah bingkisan kado seadanya. tiupan lilin darimu dan bam. terciptalah sebuah garis lengkung seperti huruf “U” di wajahmu dan juga di wajahku.

Now,

kini, aku duduk terdiam, di depan sebuah laptop. menulis tulisan ini. tanpa melakukan apa-apa. hanya sebuah ucapan doa yang bisa dilantunkan tadi malam. dan entah apa yang terjadi padamu, mungkin saja garis lengkung itu tetap tercipta. tapi bukan dari saya. 

lucu, dimana dalam kurung waktu satu tahun semua bisa berubah secara total. tapi satu yang belum bisa berubah.

you’re still my home, until now.

sampai kapan? belum tau. mungkin sampai saat ada seorang penebang yang merobohkannya sehingga saya harus bisa mencari rumah lain. penebang itu lagi di jalan, mungkin sudah setengah jalan. penebang itu yang akan membuat kamu gakan bisa jadi rumah aku lagi. kamu tau siapa penebang itu? Ah, pasti tau.

anyway, selamat menginjak umur 20 tahun. sudah mulai kepala dua harus udah bisa pintar dalam bertindak. sukses terus dalam dunia perfilmannya, wahai lelaki tukang mager. Tubagus Tawakal :-)


Mar 17
Lucunya, mimpi selalu berujung nyata. semacam peramal yang tahu bahwa cepat atau lambat dirinya akan tersakiti

1
Mar 17

Dengan cara ini, aku bisa melihatmu dari sudut pandang yang berbeda.

Dengan cara ini, aku bisa merasakanmu dari sisi yang berbeda.

Dengan cara ini, aku bisa mulai berlari.

Jujur, tenagaku sudah habis untuk hanya berputar di tempat yang sama.

Jujur, senyumku sudah habis untuk berpura-pura.

Jujur, pikiranku sudah lelah untuk terus berekspektasi

Dan dengan cara ini, aku bisa memaafkan.

Dengan menelan ini semua, meski pahit, ini adalah obat.

Segera sembuh, hes :)


Dec 24

Guilty Pleasure

Alkisah seorang wanita dengan tinggi standar. kemampuan pas-pasan. niat kadang naik turun.

Mencari sebuah kegiatan baru.

Setelah beberapa kegiatannya yang dahulu, selalu terhenti di tengah jalan, dengan alasan yang berbeda. entah memang tidak sesuai dengan kehendak hati atau memang wanita ini pemalas.

Kali ini, matanya tertuju pada suatu organisasi. Organisasi musik yang memiliki 3 jenis kelompok yang saling melengkapi.

Konon, banyak rumor organisasi ini kejam. namun, bagi si wanita bukanlah sebuah masalah bila belum terbukti sendiri.

Wanita ini memilih untuk menggeluti organisasi musik tersebut.

Awal Mula.

Manusia hanya bisa berekpektasi. ternyata, untuk menjadi anggota resmi diperlukan sebuah pengorbanan yang berat. melewati rintangan dan latihan fisik yang bermacam-macam.

Wanita ini sering kesal karena banyak proses yang tidak diduga. carrier yang diobrak-abrik, minuman jeruk asin, push up hampir ratusan, dll.

namun di akhir, sang wanita tersenyum haru. wanita ini resmi menjadi anggota dari organisasi tersebut, menggeluti bidang yang didominasi oleh wanita yang lain. bidang yang sering dianggap sepele namun paling berbahaya. wanita ini terpilih untuk menari bersama bendera.

Kesempatan menarik.

Wanita ini ditawari untuk mengikuti sebuah ajang perlombaan nasional paling bergengsi pada akhir tahun 2012. Ajang yang membutuhkan tingkat fokus yang tinggi dan skill yang sangat terlatih.

Dan yang paling penting adalah rasa tanggung jawab yang tinggi dan konsistensi yang kokoh.

Wanita ini menjawab bersedia.

Proses.

Kalian tau, untuk mencapai hari H perlombaan, wanita ini bersama tim hampir menghapiskan setengah tahun lebih untuk persiapannya. Melewati beratus hari latihan bersama, training camp, dll.

Wanita ini sering berkeluh kesah. bukan karena bosan atau cape. bosan iya, cape iya, tapi wanita ini sering menjerit kesakitan. postur tubuhnya tidak lagi sama dengan dahulu, warna kulitnya berubah, dan banyak pula bekas memar, bengkak dan yang paling fatal adalah hilangnya sebagian gigi depan wanita karena terkena properti latihan.

Namun wanita ini memiliki seorang pendongkrak semangat. Dulu. hingga pada akhirnya semua hilang. sang wanita kehilangan arah dan memilih untuk tidak tidur pada saat itu yang bertepatan dengan hari training camp, dan tak sadar meneteskan butiran air dari kedua matanya.

Beberapa bulan dilalui, wanita ini tergolong menjadi mahasiswa yang anti social di jurusannya. karena setiap beres kuliah langsung latihan, tidak ada waktu untuk sekedar bercanda tawa sebentar dengan teman lainnya. banyak cacian serta rentetan masalah yang dilalui, wanita ini berusaha untuk tegar dan melewatinya sendirian.

Hingga mendekati hari perlombaan, wanita ini mulai sangat sibuk. dari pagi hingga tengah malam ia tempuh setiap harinya. latihan yang sering tidak berjalan mulus dan beberapa tekanan yang diberikan pelatih sudah ia rasakan. pada akhirnya, saat unjuk gelar. wanita ini kurang maksimal, kehilangan fokus.

The day.

Uji Coba Lapang. pertama kalinya wanita ini menginjakan kakiknya di Istora Senayan sebagai player. rasa tegang menyelimutinya. yang akhirnya membuat tim dan wanita tidak terlalu lancar menjalaninya.

Hari perlombaan pertama, semangat membara. panggilan di roll call sunggah sangat menegangkan. penonton yang memenuhi stadion pun bertepuk meriah. namun pada saat penampilan, sungguh sebuah kekacauan. banyak air mata yang jatuh dari para player dan pelatih.

Hari kedua, hari penentuan. kembali merasakan tegangnya berada di roll call. dan rasa sedih mulai menyelimuti semua. kali terakhir memainkan paket perlombaan. hari kedua pun ditutup dengan membawa beberapa penghargaan dan piala, walau bukan yang pertama namun dengan penghargaan yang didapat. lumayan untuk membayar semua waktu yang telah dilalui selama hampir lebih dari setangah tahun.

Meski pada prosesnya, semua hampir merasakan kesal, cape, jenuh.

Meski pada prosesnya, wanita ini telah merasakan banyak pahit manisnya hidup.

Meski pada prosesnya, menghabiskan banyak sekali waktu istirahat.

Meski, tidak dapat peringkat umum.


semua itu terasa lepas, ketika pada kenyataannya. they’re no longer doing the same routines everyday, no longer meet the same person everyday. semua sekarang jadi memori. mereka telah melakukan yang terbaik. mereka telah berjuang bersama. dan wanita ini menjadi bagian dari mereka. Gada yang bisa menyimbangi semua proses dari kegiatan ini. Wanita ini merasa beruntung menjadi bagian dari mereka.

terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung, terima kasih kepada orang yang telah memberikan semangat hingga akhir. terima kasih. wanita ini sangat bersyukur memiliki kalian semua.